Belum juga terpejam mata ini meski dua jarum itu kulihat berhimpit menunjuk keatas, ke angka yang paling besar. Tanganku sesekali mengusap lengan-lenganku, dingin memang, karena hujan telah turun sejak sore tadi. Apa yang kulakukan? Jari-jariku masih tuts di keyboard, sedangkan mataku masih melototi layar laptop tuaku. Pekerjaan ini sepertinya mengajakku menghabiskan malam, nggak papa -dalam hatiku-, toh ini juga untuk aku.
Waktu itu aku duduk tepat dimuka bufet tempat dia bersolek sedang dibelakangku tempat tidurnya, Read the rest of this entry »


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)








