Seperti yang aku bilang..Ya.. semakin dalam semakin rame orang jualan. Namun sebelum sampai batas dimana orang pameran kuliner ini habis, aku lihat ada anak-anak berkerumun disana, berlarian, ketawa. Dengan penasaran yang sangat aku belokkan arah jalanku ke gang kecil berlantai kayu itu. Sepanjang gang yang kulihat selain anak-anak juga ibu-ibu yang hanya duduk-duduk dan sesekali membalas senyumku, bapak-bapak yang bercanda seperti melepas lelah di pos ronda. Semua tampak sepi, apa mungkin sedang ke pameran kuliner sana ya?
Terus aku kedalam hingga akhirnya sampai pada ujung lantai kayu ini. Disana aku lihat pemandangan yang begitu kontras dengan tempat dimana aku berdiri sekarang. Orang Batam pasti tahu apa itu, apalagi yang sering jojing, clubbing…atau apalah namanya yang aku sendiri ngga paham. Kaya itu lho..ajeb-ajeb kali ya? Ya begitu megahnya bangunan itu, berwarna putih, mirip kapal pesiar yang terdampar disela-sela kampung nelayan.


![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)


























