all of andyQ

what you get is what you share……….

Batalin puasa ke Tanjung Uma (1)

Posted by Andik on September 23, 2008

Bangunku agak siang hari ini, sahur cuma minum segelas air…fiuh haus juga. Tapi kayaknya terasa biasa aja sebab 4 hari kebelakang sahurnya dengan menu yang sama. Hari inipun dapat tugas kekampus untuk menyeleksi hasil foto hasil jepretan kegiatan selama tiga hari kemarin.

Perjalanan aku mulai dari pertigaan jalan menuju Kelurahaan Tanjung Uma, sengaja aku tidak gunakan jasa ojek untuk naik ke atas sebab ingin merasakan seberapa terjal jalannya. Dan memang kalau ditempuh dengan jalan kaki hingga gapura selamat datang terasa cukup terjal dan melelahkan juga, tapi sepertinya tidak mengerutkan keinginanku melihat sebagian kecil kota Batam dari tempat tinggi. Sambil melihat kanan kiri kuperkuat langkahku untuk tetap naik keatas meski sudah mulai bergetar. Dan akhirnya sampai juga dipuncak paling tinggi di kelurahan ini, ya…gapura ini tandanya.

Aku hentikan sejenak langkahku untuk memperhatikan beberapa titik dari atas sini, semuanya lumayan indah ya…lumayan, sebab aku tidak menemukan pemandangan “konvensional” dari sini, terselip beberapa gedung tinggi yang akhirnya tidak jadi menyegarkan pandanganku. Tak apa mungkin akan aku temukan hal lain dibawah sana nanti.

Oke…dengan harapan itu, aku teruskan perjalanan kebawah. Tapi kali ini agak ringan, aku cuma angkat kaki dan sepertinya badan akan turun senidiri. Selama perjalanan aku lihat muka-muka yang ramah, anak-anak kecil yang berpakaian kuning-kuning berkerumun disekitar mushola bersiap untuk mengaji, juga wajah-wajah orang tua yang terkadang mengumbar senyumnya. Jadi kangen kampung halaman….

Aku lanjutkan jalanku terus lebih kedalam, banyak motor ataupun mobil yang berlalu lalang dan sepertinya bukan penduduk sini, sebenarnya mau kemakah mereka? Ah udahlah….aku teruskan langkahku, tapi tunggu tiba-tiba ada orang helm besar berkaca hitam memperhatikanku, kenalkah? Wah..semakin banyak pertanyaan nih. Tak lama kemudian dia berhenti dan seolah menungguku menghampirinya, dia buka kaca helmnya, “Mau kedalam bang?” Aku angukkan kepalaku, ragu-ragu juga apa tukang ojek yaa, kalo iya jelas aku tolak tawarannya. Tapi yang ini terlalu keren untuk dibilang tukang ojek, rapi, badan seger, motornya juga bersih keren lagi..“Ayo barengan aja, saya juga mau kedalam ko”. Wah tanpa pikir panjang langsung aku loncat ke jog motornya. Setelah ngobrol banyak, ternyata bukan warga sekitar, dia datang dari jauh sengaja untuk ke suatu tempat yang katanya banyak jual jajanan untuk berbuka puasa. Katanya pula tiap sore dia datang ke tempat itu untuk mencoba kuliner warga Tanjung Uma, yang konon enak-enak, banyak macam dan murah tentunya. Untuk kue (jajanan) pasar harganya rata-rata 500an, kalo minuman (ada es dawet, es degan (kelapa muda),dll) harganya cuma seribu rupiah.

Jalannya cukup sempit, tapi mobil masih bisa masuk…terus kami masuk menyusuri jalan kampung sampai akhirnya harus berhenti diujung pintu masuk wisata kuliner yang sebenarnya. Woww…cukup rame juga, padahal baru jam 4 sore, terus kami masuk kedalam dan terhenti pada ibu berjilbab dengan anak kecil digendongannya. Mejanya masih belum begitu penuh dengan jajanan, tapi pembeli mengerumuninya seolah harus membeli sesuatu disana. “Disini ni mas…bakwannya enak, laris lagi, mangkanya saya datangnya agak lebih awal”, kata abang yang mengantarkanku tadi. Tapi tidak kulihat ada bakwan disana, belum matang pikirku. Selain jajanan (kue) disebelah ibu tadi ada yang jual ikan bakar, ini dia yang membuat aku agak betah berlama-lama disini, baunya harum…harganya kira-kira 30 sampai 50 ribuan tergantung besarnya. “Bakwannya belum ada ya buk?” Tanya abang itu seolah udah langganan disitu. “Belum”, jawab ibu itu khawatir, khawatir kalau langganannya pergi. Daripada aku nunggu disini, langsung aja aku pamitan ke abangnya untuk meneruskan eksplorasiku ke dalam lagi, ku akhiri dengan jabat tangan “Andik”….”Edi”.

Semakin kedalam semakin rame, dan ternyata selain jajan dan ikan bakar lauk untuk buka puasapun

melengkapi pasar ramadhan yang hanya ada dibulan Ramadhan ini (meskipun sebenarnya tempat itu adalah pasar juga). Ada kerang, laksa basah, urap, ayam bakar, sayur lodeh, seolah orang sekitar mau menunjukkan hasil karyanya sendiri-sendiri..hmmmm… Oke tadi ngomong soal apa yang dijual, sekarang ngomong orang yang menjual, ternyata tidak kalah bermacamnya, dari anak kecil, pemuda sekitar hingga orang tua turut andil mengais rejeki. Ada orang Minang, ada orang Jawa, ada pula yang Batak…eiit ngga ketinggalan warga keturunan Tiong Hwa juga aku jumpai disana. Memang Ramadhan adalah bulan penuh berkah, siapapun ikut merayakannya. Ingin mencoba kesana? Jangan lupa beli bakwannya. (andik)

3 Responses to “Batalin puasa ke Tanjung Uma (1)”

  1. primastuti dewi said

    Lol…..
    gimana rumah mu ini? byk tamu ga? dikau harus siapkan byk snack yg delicious.. jadi tamu akan sering berkunjung… ya to…
    he he

  2. Injih jeng…lha sampeyan ngga pernah maen.

  3. sugeng pak said

    gapura atas tanjung uma adalh tempat yang indah salah satu wajah kota batam
    dan tiap hari saya lewat sana karena saya tinggal disekitar situ

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: