all of andyQ

what you get is what you share……….

Hati-hati, “akting sinetron” dalam Bus

Posted by Andik on August 11, 2010

Anda pernah lihat casting sinetron dalam bus? Begini ceritanya….Sekali lagi ini adalah cerita saat saya sedang melakukan perjalanan ke suatu kota. Kali ini saya sedang mudik ke rumah mertua saya di Banyuwangi. Biasanya saya menggunakan jasa travel untuk pergi kesana, karena perjalanannya cukup jauh (Surabaya-Banyuwangi), sekitar 8-10 jam. Perjalanan menggunakan travel biasanya ditempuh pada malam hari, jadi tidak bisa menikmati perjalanan, kecuali hanya tidur. Tapi, kali ini  saya ingin menikmatinya, terutama liku-likunya gunung Gumitir dengan naik bus.

Perjalanan saya mulai dari Surabaya-Jember naik bus patas. Tidak ada yang mengganggu saya waktu itu, kecuali bau menyengat ketika melewati tanggul lumpur Sidoarjo yang semakin tinggi. Cuaca yang cukup panas, dan lingkungan sekitarnya seperti kota mati. Ikut prihatin juga, mengapa kasus ini sepertinya berlarut-larut dan semakin mengancam warga Sidoarjo. Kadang dalam hati saya bergeming, “Sidoarjo kini berubah, R-nya pindah kebelakang” -maaf tidak bermaksud apa-apa. Ayo bangkit Sidoarjo…

Akhirnya sampai juga di terminal Jember. Sengaja saya tidak turun di dalam terminal, karena biasanya kenek mengijinkan penumpangnya yang akan melanjutkan perjalanan ke luar kota untuk turun di dalam, jadi tidak perlu bayar peron. Saya ingin istirahat sebentar, ke toilet, dan beli camilan buat di bus selanjutnya nanti. Toiletnya cukup bersih, lebih baik daripada 2 tahun silam saya pernah kesana. Setelah selesai saya langsung ke loket peron dan membeli tiket. Ada yang membuat saya agak kecewa waktu itu, layanan petugasnya agak mengecewakan. Saya beli tiket seharga 200 perak, saya membayarnya dengan uang 1000-an karena tidak ada uang receh waktu itu. Setelah menyerahkan tiket petugas langsung memberikan uang kembalian, 300 perak. Sengaja saya tidak langsung ambil, hanya melihatnya saja, karena memang masih kurang dan saya ingin lihat apa petugasnya menyadarinya atau tidak. Akhirnya petugasnya memberikan yang 500 perak, tapi caranya cukup unik. Beliau menyentil uang receh itu dengan ujung jari telunjuknya, seperti sedang maen karambol. Duhh… saya langsung pergi sambil geleng-geleng😦

Oke..lanjut, saya kemudian masuk bus dan seperti biasa memilih duduk dikursi nomor 4 sebelah kiri dekat jendela. Lalu saya alihkan pandangan keluar jendela ke salah satu tiang penyangga rumah terminal. Disana tertulis “Hati-hati, penipuan berdalih penjualan barang“, kalo ga salah seperti itu (nanti dikoreksi kalo salah). Saya tahu maksudnya! Tidak lama bus langsung meluncur keluar terminal, tapi sayang ternyata masih “ngetem” lagi, wah bakal lama nih. Disinilah “akting sinetron dimulai”…

Tiba-tiba ada pemuda naik ke bus dari pintu belakang kemudian “ji..ro..lu..pat..“, dia menghitung penumpang yang ada dalam bus, setelah selesai lalu turun. Tak lama kemudian datang lagi dua orang, satu duduk bangku nomor 3 dari depan, yang satunya dibelakang. Yang dibelakang orangnya tampak sedih, panik dan bingung. Lalu orang yang menghitung tadi naik lagi dari depan dan teriak, “endi penumpangku sing yang nyasar tadi..“. Sambil seolah sedang bingung juga, orang tadi ngomong lagi “Tasnya hilang dimana mas tadi, bus mana, nama busnya apa, karcisnya dibawa nggak?”. Hemm…sontak beberapa penumpang kaget.

Di bus tadi bang, dompet, uang, dan karcisnya saya masukkan ditas itu bang” , jawab pemuda yang tampak kebingungan tadi. “Saya cuma bawa ini bang, tolong saya bang, saya mau ke Bondowoso” lanjutnya sambil menunjukkan jam tangan warna emasnya. Lalu orang-orang dibelakang jadi ribut, banyak yang tanya, asalnya mana, mau kemana, dan ada yang memberi saran untuk naik bus lain soalnya bus yang ditumpanginya sekarang arahnya bukan ke Bondowoso. Wuih..pokoknya rame. Saya mulai paham apa yang terjadi waktu itu. Jadi, ada orang mengaku dari Sumatra, mau silaturahmi ke saudara tapi barangnya ketinggalan di bus yang ditumpangi sebelumnya sehingga sekarang dia nggak punya apa-apa, dan mau menumpang bus dengan jurusan yang salah.

Coba liat jamnya mas..” diamatinya jam itu oleh kenek tadi. “Berapa nih harganya mas?” tanya keneknya. “500 riyal bang” jawab si pemilik. “Wah bener hampir 1,5 juta nih..” gumam kenek tadi. Percakapan  mereka semakin riuh, ada yang menawar jam-nya, ada yang nyuruh pindah bus, ada juga hanya ikut-ikutan komentar, pokoknya ramai sekali, sedangkan saya cuma diam saja.

Cukup lama percakapan beberapa orang itu, sampai akhirnya si malang dan kenek beserta orang yang ribut itu turun. Bus-pun mulai jalan pelan-pelan, keadaan kembali tenang. Saya coba menengok kebelakang ditempat orang ribut tadi, ternyata isi bus sudah tidak sampai setengahnya. Lhoo… ????

Akhirnya setelah hampir 1,5 jam sampai juga ketempat mertua saya. Sambutannya tidak kalah meriah dengan yang dibus tadi. Saya cium kening istri saya dan mengucapkan salam. Kemudian kami masuk kamar dan saya ceritakan pengalaman tadi. “Ma..tadi ada orang tasnya hilang kebawa bus, kasian…dari jauh lagi, kalo lihat logatnya orang Sumatra lho“. Kontan mendengar itu istri saya tertawa terbahak-bahak. Loh..kok malah ketawa, heran saya. “Trus orang itu mau jual jam tangan toh? Papa beli ngga?” tanya istri saya sambil masih menahan tawa. “Boro-boro mau beli ma, duit udah pas buat bayar bus tadi” jawab saya.

“Itu penipuan pa, cuma akting…yang kesirep aktingnya ya pasti beli jam itu, padahal jamnya harganya ga seberapa” jelas istri saya. Wah sial…ternyata cuma akting toh, untung aja saya ga punya duit waktu itu ha..ha..akhirnya saya kembali mengingat-ingat kejadian itu dan berpikir – hebat bener ya aktingnya..kayak sungguhan. Dan lebih mengejutkan lagi ternyata modus penipuan seperti itu udah lama dilakukan. “Jaman mama kuliah udah ada itu pa…”. Yah…memanfaatkan ke-iba-an orang untuk menipu, penjahat terorganisir banget. Bayangkan saja, kalo tidak salah antara 4-7 orang melakukan “akting sinetron” didalam bus untuk menipu orang. Wuih..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: